Evolusi Pada Karya Lukisan Claude Monet

Penulis

  • Dinda Salsa Billa Universitas Kristen Maranatha, Indonesia

Kata Kunci:

Alam, Claude Monet, Eksplorasi, Impresionis

Abstrak

Claude Monet yaitu seorang pelukis impresionis terkenal pada abad ke-19, karyanya dikenal karena pendekatan inovatifnya dalam menangkap efek cahaya dan warna dalam karya-karyanya. contoh lukisannya seperti seri Water Lilies, menunjukkan peralihan ke arah gaya yang lebih abstrak dan ekspresif, dengan fokus pada interaksi cahaya. Teknik melukis Monet yang berkembang dapat dikaitkan dengan eksplorasi persepsi dan alam yang berkelanjutan. Gaya Impresionis Monet yang berkembang dapat dikaitkan dengan eksplorasi persepsi dan alam yang berkelanjutan. Gaya impresionis Monet dicirikan oleh sapuan kuas pendek dan penekanan pada cahaya serta kualitas yang berubah. Saat Monet terus mengembangkan tekniknya, ia mulai bereksperimen dengan berbagai cara menangkap efek cahaya dan warna, yang mengarah pada penciptaan gaya uniknya. Karya Monet selanjutnya itu seperti Water Lilies, dari karya tersebut ia menunjukkan kemampuanya dalam menyampaikan sifat cahaya yang selalu berubah dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Evolusi seniman Claude Monet dapat ditelusuri melalui eksplorasi cahaya, warna, dan bentuk dalam lukisannya. Teknik yang sangat inovatif dan gaya uniknya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan impresionsime dan dunia seni yang lebih luas.

Referensi

Baskerville, R. L., Kaul, M., & Storey, V. C. (2018). Aesthetics in design science research. European Journal of Information Systems, 27(2), 140–153. https://doi.org/10.1080/0960085X.2017.1395545

Chandrahera, Y., & Pandanwangi, A. (2021). Sejarah Seni Rupa, Desain & Arsitektur (Prasejarah-Renaissance). Syiah Kuala University Press.

Creswell, J. W. (2014). Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (J. Young, Ed.; Fourth Edi). Sage Publication Inc.

Islami, M. P., & Falah, A. M. (2024). Hijrah seni seniman muda: Analisis kritik seni pada karya lukis Yogi Ginanjar. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 22(1).

Kleiner, F. S. (2014). Gardner’s Art Through The Ages: A Concisw Western History. In S. A. Poore (Ed.), Wadsworth, Cengage Learning, USA (Third Edit). Wadsworth, Cengage Learning.

Ma, G. (2024). Cultural Significance of the Baoning Temple Murals in Shanxi , China: Perspectives from Artists and Art Historians Influenced by Cultural Heritage. Herança-History,HeritageandCultureJournal, 7(1), 136–153. https://doi.org/10.52152/heranca.v7i1/774

Nasir, M., & Arman, Z. (2024). Ilmu sosial & budaya dasar. Nas Media Pustaka.

Sympson, M. G. (2014). Experiment and Visual Transformation in Illuminated Manuscripts of the Roman de la rose, c. 1338–c. 1405. In University of Michigan. University of Michigan.

Taylor, S. J., Bogdan, R., & DeVault, M. L. (2016). Qualitative Reseach Methods (4th Editio). John Wiley & Sons, Inc.

Yao, G., & Abindinhazir, Z. (2023). Study And Appreciation Of Claude Monet’s Artistic Creation And Life Experience. Idealogy Journal, 8(2), 31–36. https://doi.org/10.24191/idealogy.v8i2.445

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Dinda Salsa Billa. (2024). Evolusi Pada Karya Lukisan Claude Monet. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 2(4), 1485–1497. Diambil dari https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/340

Terbitan

Bagian

Articles