Evaluasi Setting Relay Arus Lebih Dan Relay Gangguan Tanah Pada Gardu Induk Bawen
Keywords:
Setting OCR, Setting GFR, Hubung Singkat, ProteksiAbstract
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen. Penggunaan energi listrik akan terus berkembang dan hal ini mengharuskan adanya perkembangan jaringan distribusi, sehingga kerja dari sistem proteksi membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya. Salah satu peralatan proteksi yang digunakan adalah relai arus lebih (OCR) dan relai hubung tanah (GFR),yaitu relai yang berfungsi mengistruksikan PMT untuk membuka sehingga gangguan pada jaringan yang terganggu dapat dipisahkan dari sistem pendistribusian tenaga listrik. Pada penulisan penelitian ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR BWN 02 dan BWN 09 pada Gardu Induk Bawen. Hasil perbandingan setting koordinasi proteksi perhitungan dengan simulasi, menunjukkan bahwa setting koordinasi proteksi perhitungan dapat bekerja dengan baik dibanding dengan simulasi yang terpasang di Gardu Induk Bawen. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,151, sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,127. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,345, sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,172. Koordinasi antar relay pada perhitungan sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan granding time 0,3-0,5 detik.
References
Alstom. (2002). Network Protection & Automation Guide. In Flash Espace, Cayfosa.
Hakim, M. R. (2025). Peningkatan Pengaturan Tegangan Pada Sistem Isolasi 150 Kv: Studi Kasus Sistem Isolasi Ketapang.
Hermawan, S. L., Hermawan, H. R. N., Harijanto, P. S., & Hermawan, A. (2024). Evaluasi Kinerja Sistem Proteksi Penyulang Trawas PT. PLN (PERSERO) ULP Pandaan. Elposys: Jurnal Sistem Kelistrikan, 11(2), 122–127.
IEC 60255. (n.d.). Overcurrent Protection for Phase and Earth Faults.
Nugraha, C. (2018). Analisis Terjadinya Sudden Pressure On Load Tap Changer Pada Transformator di Gardu Induk Cigereleng. JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro Dan Sains), 5(2).
Prakoso, D. F. (2024). Perancangan Qr Code Dan Digitalisasi Data Wiring Diagram Pada Gistet 500kv Sukatani. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Rajagukguk, A. S., Pakiding, M., & Rumbayan, M. (2015). Kajian Perencanaan Kebutuhan dan Pemenuhan Energi Listrik di Kota Manado. Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer, 4(3), 1–11.
Ridho, M., Siagian, P., & Tharo, Z. (2024). Analisis Frekuensi Gangguan Terhadap Kinerja Sistem Proteksi Gardu Induk 150 Kv Siempat Rube. Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 12(3S1).
Saputra, D. (2021). PT. Pertamina (Persero) RU II Production Sei Pakning Sistem Proteksi Dan Maintenance Generator Dipt. Pertamina Refenery Unit II Sungai Pakning.
Sholichah, L. (2024). Analisa Penambahan Recloser Dengan Skenario Pecah Section Pada Penyulang Nguling Ulp Grati. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Suprihartini, Y., & SiT, S. (2025). Analisis Sistem Tenaga Listrik. Takaza Innovatix Labs.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aris Triwiyatno, Karnoto, Bambang Winardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

