Dinamika Sosial: Study Gender Pergulatan Ideologi Perempuan Keturunan Arab di Kampung Arab Bondowoso
Keywords:
Sosial, Gender, Perempuan, Kampung ArabAbstract
Kampung Arab bondowoso memiliki pemahaman dan aturan yang sudah berlangsung secara turun-temurun hingga sekarang bahwa perempuan arab harus menikah dengan laki-laki keturunan arab. Seiring dengan dinamika social yang terus berkembang miningkatnya peran perempuan dalam kepemimpinan politik, otoritas moral, hak social dan penguasaan property. Ada segelintir perempuan arab yang merasa ada kesenjangan gender di kampung arab bondowoso. Karena adanya pembedaan untuk menentukan pasangan hidup. Bahkan ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi ketika perempuan menentang aturan yang telah berjalan secara turun temurun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk relasi gender etnik Arab dan pergulatan ideologi perempuan keturunan Arab di kampung Arab Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografis. Hasil penelitian menunjukkan Perjuangan yang dilakukan oleh seorang syarifah untuk mendapatkan keadilan gender tidaklah mudah, yaitu ketidakadilan budaya dimana seorang sayyid bebas memilih wanita yang ingin dinikahi sedangkan hal ini tidak berlaku bagi syarifah. Perjuangan ini bukan tanpa resiko, dikucilkan dari kerluarga besar serta terputusnya tali persaudaraan dengan melarang mencantumkan nama besar abuya dibelakang namanya merupakan resiko yang harus ditanggung. Perlawanan yang dilakukan oleh syarifah dalam menentang pernikahan endogamy memberntuk resistensi dan pemunculan identitas yang berbeda dengan kelompok yang mendominasi tersebut
References
Ayustia, R., Nadapdap, J. P., & Salfarini, E. M. (2023). Peningkatan Daya Saing UMKM Kuliner di Bumi Sebalo Melalui Metode Score Plus. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 257–267.
Castells, M. (2004). The power of identity Blackwell Publishing. Oxford.
Huda, S. (2010). Orang Indonesia Tionghoa dan Persoalan Identitas. Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 165–171.
Lassa, J. A. (2010). Kerangka Analisis Perencanaan Gender (Gender Planning Frameworks). Hivos Aceh.
Miko, J., Rambe, R., & Syafitri, E. (2023). Tinjauan Ekonomi Islam: Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Kutacane). JURNAL AL-QASD ISLAMIC ECONOMIC ALTERNATIVE, 4(1), 12–17.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Bandung.
Muleong, L. J. (1991). Metodologo Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
Murniasih, G., Handayani, D., & Alamin, T. (2018). Proses Domestifikasi Perempuan Dalam Budaya Arab (Analisis Framing Model Zhongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki Dalam Film Wadjda). Jurnal Mediakita: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 2(1), 1–15.
Oktora, N. D. (2020). Potret Relasi Gender Pada Keluarga Ulun Lappung (Tinjauan Etnologi). SETARA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 1(02), 43–62.
Poewadarminta, W. J. S. (1979). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pn Balai Pustaka.
Sholehuddin, M. (2023). Pendampingan Kaum Perempuan Dalam Membantu Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Perspektif Islam. ’Ibadatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(02), 330–341.
Spradley, J. P. (206 C.E.). Metode Etnografi. Tiara Wacana.
Zuhrah, F. (2013). Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan pengelolaan keuangan dalam keluarga muslim. Harmoni, 12(2), 128–137.
Zuhri, S., & Amalia, D. (2022). Ketidakadilan gender dan budaya patriarki di kehidupan masyarakat Indonesia. Murabbi, 5(1).

