Penentuan Kadar Maksimum Asam Oksalat Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Dengan Ekstraksi Menggunakan Larutan NaOH

Authors

  • Nita Anggreani Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Indonesia
  • Terra Alvina Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Indonesia

Keywords:

Asam oksalat, Belimbing wuluh, ekstraksi, NaOH

Abstract

Asam oksalat merupakan senyawa antinutrisi yang terkandung dalam belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan, sehingga diperlukan informasi ilmiah mengenai kadar maksimum senyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar maksimum asam oksalat dalam belimbing wuluh serta memberikan rekomendasi batas aman konsumsinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap buah belimbing wuluh matang dan segar dengan berat rata-rata 25 g per buah. Ekstraksi asam oksalat dilakukan menggunakan larutan NaOH dengan variasi konsentrasi 1, 2, 4, 6, 8, dan 10 N, kemudian kadar asam oksalat ditentukan melalui metode titrasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi konsentrasi ekstraktan yang menghasilkan kadar maksimum asam oksalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam oksalat berturut-turut sebesar 0,126; 0,158; 0,180; 0,170; 0,168; dan 0,156%, dengan kadar maksimum diperoleh pada penggunaan NaOH 4 N sebesar 0,180%. Berdasarkan temuan tersebut, batas aman konsumsi belimbing wuluh direkomendasikan maksimal tujuh buah per hari dalam periode konsumsi berkelanjutan hingga enam minggu.

References

Agustin, R., Estiasih, T., & Wardani, A. (2017). Penurunan Oksalat Pada Proses Perendaman Umbi Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) Di Berbagai Konsentrasi Asam Asestat. Jurnal Teknologi Pertanian, 18(3), 191–200. https://doi.org/10.21776/ub.jtp.2017.018.03.19

Anggreani, N., & Diyusmie, A. (2025). Ekstraksi Asam Oksalat Pada Belimbing Wuluh ( Averrhoa Bilimbi L ) Menggunakan Pelarut NaOH. Indonesian Journal of Science, 1(6), 1218–1223. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/science.v1i6.228

Aryantini, D., Sari, F., & Juleha. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Terstandar Flavonoid Dari Daun Belimbing Wuluh ( Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Wiyata, 4(2), 143–150. https://doi.org/https://doi.org/10.56710/wiyata.v4i2.178

Asri, G. N., Laksono, H., & Welkriana, P. W. (2024). Gambaran Kristal Urin Pada Masyarakat Dengan Kebiasaan Mengonsumsi Sayur Hijau Di Kelurahan Pagar Dewa Tahun. Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science, 4(2), 67–74. https://ojs.poltekkesbengkulu.ac.id/index.php/flms/article/view/918/411

Birawidha, D. C., Sari, Y. M. A., Hendronursito, Y., Isnugroho, K., Amin, M., & Manurung, P. (2018). Ekstraksi Asam Oksalat Dari Belimbing Wuluh (Averrhoabilimbi L) Dengan Larutan NaOH Dan HNO3. Prosiding Semnas Sinta FT UNILA, 1, 23–26. https://eng.unila.ac.id/wp-content/uploads/2019/01/BR-1-07.pdf

Carvalho, M., & Christianto, H. (2022). Studi Literatur ; Pengaruh Variasi Konsentrasi NaOH Terhadap Produksi Asam Oksalat Dengan Bahan Baku Kertas Koran Bekas. 100–105. https://conference.undana.ac.id/WNPSK/article/view/445

Harnianthy, Puspita, N. I., & Nurmeini. (2023). Hubungan Antara Intake Cairan dengan Batu Ginjal Masyarakat. ARISHA: Jurnal Kesehatan Indonesia, 01(01), 20–24.

Hawkins-van der Cingel, G., Walsh, S. B., Eckardt, K. U., & Knauf, F. (2024). Oxalate Metabolism: From Kidney Stones to Cardiovascular Disease. Mayo Clinic Proceedings, 99(7), 1149–1161. https://doi.org/10.1016/j.mayocp.2024.02.006

Lisnawati, Nia; Prayoga, T. (2020). Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L). Jakad Media publising.

Muzaifa, M. (2018). Perubahan Komponen Kimia Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Selama Pembuatan Asam Sunti. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 22(1), 37–43. https://doi.org/10.25077/jtpa.22.1.37-43.2018

Novia, E., & Puspitorini, A. (2020). Pemanfaatan Belimbing Wuluh ( Averrhoa Bilimbi L ) dan Minyak Zaitun untuk Masker Perawatan Kulit Wajah. Journal of Beauty and Cosmetology, 2(1), 57–68.

Pitaloka, P. D. A., Ridho, R., & Safitri, R. E. (2020). Ekstraksi Asam Oksalat Dari Sekam Padi Untuk Agen Pereduksi Ion Cr(VI). Jurnal Crystal, 2(2), 54–67. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/jc.v2i2.1102

Pratiwi, A. S., Rosita, E. M., Safitri, S. N., & Irena, E. (2022). Studi Literatur Review Uji Efektivitas Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Antidiabetes. Jurnal Farmasi Dan Kesehatan Indonesia, 2(2), 1–13. https://doi.org/10.61179/jfki.v2i2.378

Sari, D. P., Sahidan, & Sulistyasmi, W. (2025). Gambaran Kalsium Urin Pada Wanita Peminum Kopi Hitam Di Kelurahan Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science, 5(1), 56–62.

Suryani. (2024). Analisa Kadar Asam Oksalat Dalam Asam Sunti. Technology), Jurnal Reaksi (Journal of Science And, 22(01), 103–105. https://e-jurnal.pnl.ac.id/JSTR/article/view/6339/4353

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Anggreani, N., & Terra Alvina. (2026). Penentuan Kadar Maksimum Asam Oksalat Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Dengan Ekstraksi Menggunakan Larutan NaOH. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 4(1), 98–104. Retrieved from https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/1183